Teori Paling Berpengaruh di Dunia Sains

Tentu anda pastinya sudah tahu dan juga pasti sudah mempelajari beberapa teori sains pada saat anda duduk di bangku sekolah atau pada saat and kuliah, bukan? Ya, teori-teori sains yang juga sudah banyak anda pelajari tersebut merupakan sebuah penemuan ilmiah dari banyaknya ilmuwan-ilmuwan yang ada di dunia. Di antara banyaknya teori dan juga hukum yang ditemukan oleh mereka para ilmuwan, ternyata ada beberapa teori sains yang dianggap paling berpengaruh di dunia, terutama dalam bidang fisika dan biologi.

Teori Paling Berpengaruh di Dunia Sains

Seperti yang sudah kita ketahui, berbagai macam hal yang ada di bidang sains semuanya dibuat dengan berbagai macam pendekatan teori yang sudah ada. Berbagai upaya seperti halnya menggeser sebuah paradigma lama dan menyusun ulang sebuah teori lama menjadi sebuah konsep baru dilakukan untuk dapat menjawab sebuah masalah. Dalam hal ini, ada teori yang mendasar yang pada akhirnya membuat teknologi sendiri ada. Berbagai teori yang lahir dari ratusan tahun silam, kini berkembang menjadi berbagai macam teori sains yang berpengaruh untuk dunia. Berikut ini, adalah teori sains yang dianggap sangat berpengaruh di dunia, apa sajakah itu ?

1. Hukum Gravitasi Newton

Salah satu hukum sains yang paling terkenal adalah sebuah Hukum Gravitasi Newton. Hukum ini menyatakan bahwa terdapat sebuah gaya tarik menarik di antara dua buah benda, bahkan terdapat partikel terkecil sekalipun. Dalam ilmu fisika, setiap benda pastinya memiliki sebuah massa. Nah, benda-benda yang memiliki massa tadi memiliki sebuah gaya saling tarik menarik di antara keduanya. Hukum ini ditemukan oleh Sir Isaac Newton, yang merupakan seorang ilmuwan fisika, astronom, dan merupakan seorang ahli matematika jenius yang lahir pada 4 Januari 1643 di Inggris.

Melansir dari Live Science, penemuan Isaac Newton bukan hanya sebatas pada sebuah Hukum Gravitasi, melainkan juga pada lensa teleskop, kalkulus, dan juga berbagai mengembangkan analisis spektral (pembiasan warna pada cahaya matahari).

2. Teori Evolusi

Di antara semua teori sains yang ada, mungkin teori evolusi ini merupakan satu-satunya teori besar yang banyak mengundang sebuah pro dan kontra, bahkan di tengah kalangan ilmuwan sendiri. Teori ini dicetuskan oleh Charles Darwin yaitu pada 1838-1858, namun teori ini masih sebatas pada hipotesa tentang seleksi alam saja.

Sebetulnya konsep evolusi tentang adanya nenek moyang bersama sudah ada jauh sebelum era dari Charles Darwin. Beberapa ilmuwan dan filsuf kuno yang juga sudah memiliki konsep ini di antaranya Anaximander, Lucretius, Al Jahiz, dan juga filsuf kuno Tiongkok bernama Zhuangzi. Pada dasarnya masih banyak orang yang saat ini masih salah kaprah tentang bagaimana memahami teori ini secara utuh. Kebanyakan orang akan menganggap bahwa manusia ini adalah hasil dari evolusi kera, padahal bukan itu esensi yang ada dari teori evolusi.

Esensi dari evolusi sesungguhnya menyatakan, bahwa manusia dan semua hewan yang dahulu ada di bumi ini memiliki nenek moyang yang sama, dan pada akhirnya mereka terpisah dalam percabangan spesies (spesiasi) yang dimana dalam kurun waktu ribuan hingga jutaan tahun. Saat ini teori evolusi telah diterima secara luas di dalam dunia sains, khususnya di dalam bidang biologi dan biomolekuler. Pada era 1900-an terdapat sebuah hukum Mendel tentang genetika dan DNA makhluk hidup, yang juga menguatkan tentang teori evolusi sebagai pondasi dari teori-teori biologi modern.

3. Teori Big Bang

NASA dalam lamannya menyatakan bahwa Big Bang atau sebuah ledakan dahsyat merupakan satu-satunya teori yang sampai saat ini masih bisa diterima. Berkaitan dengan adanya pembentukan alam semesta. Teori ini ditemukan dan juga berhasil dirumuskan oleh Georges Lemaitre, seorang pastor sekaligus juga merupakan seorang ilmuwan fisika dan astronomi asal Belgia. Menurut rumusan teori Big Bang, yang ada pada 13,7 miliar tahun lalu terdapat sebuah ledakan yang diketahui maha dahsyat yang dapat mengeluarkan objek-objek yang pada akhirnya menjadi bahan baku pembentukan alam semesta.

Kerangka teori tersebut juga berkaitan erat dengan teori relativitas yang pernah dicetuskan oleh Albert Einstein. Saat ini, NASA dengan berbagai macam peralatan canggih dan penelitiannya, mengungkap bahwa alam semesta sekarang ini masih terus mengembang akibat ledakan dahsyat yang terjadi pada belasan miliar tahun yang lalu tersebut.

4. Teori segala sesuatu (theory of everything)

Dibutuhkan orang yang super jenius untuk dapat merumuskan teori yang satu ini. Ya, ilmuwan itu siapa lagi kalau bukan mendiang dari Stephen Hawking. Ia memang diakui oleh dunia sebagai salah satu dari ilmuwan paling jenius setelah era Albert Einstein. Pada dasarnya teori ini merupakan sebuah hipotesis tunggal dari seluruh kerangka teori sains yang ada di dunia ini. Dengan pembahasan yang sangat detail dan mendalam, teori ini juga mengacu pada semua aspek fisik yang ada di dalam alam semesta.

Teori ini juga mengajarkan bagaimana tentang relativitas ala Einstein bekerja, dan bahkan juga menjabarkan bagaimana tentang korelasi teori yang satu dengan teori sains yang lainnya. Namun tentu tidak mudah untuk dapat memahami teori yang dicetuskan oleh Hawking ini, beberapa hipotesanya juga masih dianggap misteri hingga saat ini.

5. Relativitas

Teori relativitas merupakan sebuah teori yang paling terkenal dan juga menjadi salah satu teori yang paling berpengaruh di muka bumi ini. Dirumuskan oleh ilmuwan bernama Albert Einstein, teori yang satu ini juga dianggap sebagai pondasi dari teori-teori sains lainnya, bahkan semua teori dari Hawking juga berpatokan pada teori relativitas. Memiliki dua konsep utama, yakni adalah relativitas umum dan juga relativitas khusus, teori ini dapat digunakan oleh sebagian ilmuwan untuk dapat menciptakan sebuah alat atau bahan yang berpengaruh bagi kehidupan manusia, baik itu untuk kebaikan manusia maupun yang juga dapat menghancurkan kehidupan.

Jika dipelajari secara mendalam, teori Einstein ini juga berkaitan erat dengan ruang dan waktu yang ada di dalam alam semesta. Bahkan konon katanya, jika Einstein masih hidup, ia dapat menciptakan sebuah mesin waktu dengan dasar teori relativitas khusus. Secara mendalam teori ini merumuskan bahwa hukum fisika nantinya akan selalu sama dan konstan, namun yang membuatnya berubah adalah sesuatu yang terjadi pada sebuah ruang, waktu, dan juga dimensi. Teori yang satu ini juga berkaitan sangat erat dengan lengkungan waktu, keberadan dimensi dan juga keadaan ruang yang kita tinggali pada saat ini.

Demikian itulah beberapa teori sains yang sangat terkenal dan menjadi dasar terciptanya berbagai kemajuan dan teknologi di dalam kehidupan umat manusia. Beberapa teori tersebut hingga kini masih terus di kembangangkan bahkan ada beberapa yang masih menjadi perdebatan. Namun terlepas dari semua itu, teori-teori tersebut memberikan sebuah dampak yang luar biasa bagi dunia.