Fakta Unik Lukisan The Scream

Dunia seni terkenal akan aneka macam jenisnya yang sangat beragam. Di seluruh dunia terdapat aneka macam karya yang menjadi ciri khas serta keunikannya masing-masing. Bidang seni itu sendiri pun cukup beragam, mulai dari seni yang berbentuk fisik, tidak dapat disentuh dan hanya dapat dirasakan hingga aneka macam seni yang memberi manfaat dalam kehidupan manusia. Tidak hanya dianggap sebagai barang seni yang dipajang saja, perkembangan seni dalam kehidupan masyarakat modern sudah berkembang menjadi demikian luas hingga banyak dimanfaatkan atas fungsinya masing-masing. Salah satu jenis seni yang terkenal dan tak lekang oleh waktu adalah seni lukis. Seni ini sudah dimulai sejak jaman dahulu kala dan dipopulerkan oleh para pelukisnya. Terdapat aneka macam lukisan yang berkesan dan memberi impresi bagi segenap pengamatnya. 

Aneka lukisan tersebut juga diciptakan oleh para sosoknya dengan pertimbangan besar yang melandasi konsepnya. Hampir tidak ada lukisan yang diciptakan tanpa gagasan pemikiran tertentu dari sosok pelukisnya. Salah satu lukisan yang terkenal adalah lukisan bertema ekspresionis yang diciptakan oleh seorang pria bernama Edvard Munch. Lukisan ini dinamai The Scream yang jika diterjemahkan artinya yaitu sebagai bentuk teriakan. Edvard Munch itu sendiri sudah terkenal sebelumnya sebagai seorang pelukis yang banyak menciptakan mahakarya dalam rupa lukisan. Salah satu ciri khas dari lukisan Edvard Munch yakni terkenal sebagai jenis karya yang paling mudah dikenali banyak orang. Edvard Munch juga sering disebut sebagai ikon seni modern serta pelukis yang sering berkreasi dengan mengusung gaya ekspresionis.

Edvard Munch itu sendiri berasal dari Norwegia. Gambaran ekspresi yang dilukiskan cenderung unik dan sangat ekspresif, dimana ekspresi ketakutan yang di lukis terkesan sangat berlebihan hingga dapat membuat tertawa para orang yang melihatnya. Lukisan yang dinamai The Scream ini juga merupakan salah satu karya dari seri yang diciptakan oleh Munch dengan judul Der Schrei der Natur, atau dapat diartikan sebagai wujud penggambaran akan ‘teriakan alam’. Untuk dapat mengetahui informasi ini lebih lanjut, mari kita simak topik pembahasannya di bawah ini.

 

Sejarah Lukisan The Scream

Lukisan fenomenal ini diselesaikan Edvard Munch pada tahun 1893, dimana konsep awalnya dirancang dari sebuah sketsa yang digambar di media kanvas. Bertolak belakang dari wujud ekspresi negatif yang umumnya lebih sering digambarkan dengan nuansa gelap, Edvard justru melukis bagian background langit yang terdapat di belakangnya dengan warna jingga serta permukaan air yang berwarna biru pudar. Para ahli menelaah karya lukis ini sebagai bentuk dramatis dari hal yang tidak stabil. Dimana rasa takut yang umumnya dialami manusia menjadi landasan dari konsep pembuatan lukisan fenomenal ini.

Selain itu sebuah sumber lainnya juga ditemukan oleh para peneliti yang membahas seputar gagasan ide dari lukisan mengenai pengalaman negatif ini. Sebuah buku yang dipercaya merupakan buku harian milik Edvard Munch mencatatkan akan peristiwa besar yang juga menjadi inspirasi dari pembuatan lukisan ini. Peristiwa tersebut adalah Letusan Gunung Krakatau yang terjadi di waktu silam. Tayangan menyeramkan akan kondisi alam yang tidak bisa dicegah manusia ini mungkin menjadi landasan dari ide dari lukisan yang dinamai The Scream ini.

Sosok Munch menyatakan kondisi yang melandasi pembuatan karya ini yang juga ditulisnya dalam buku tersebut. Dimana pada waktu itu Edvard sedang menghabiskan waktu berjalan-jalan bersama dengan rekannya. Ia menyaksikan matahari terbenam dan langit yang biru seketika berubah menjadi kemerahan hingga kemudian menjadi gelap. Pada saat senja tepat, langit berubah warna menjadi merah bagaikan darah dan membuat Edvard diam terhenti. Dengan menghabiskan waktu beristirahat sejenak sambil bersandar ke pagar membuat Edvard diam sejenak sambil menikmati pemandangan akan situasi yang sedang terjadi.

Peristiwa diamnya Edvard Munch di tepi pagar dalam sekejap berubah menjadi rasa takut yang mencekam di benaknya. Seakan mendapatkan dorongan yang besar dalam bentuk teriakan yang membuatnya bergidik ngeri dari alam. Edvard bahkan menggambarkan penglihatan itu sebagai bentuk lidah api yang menyala-nyala di bagian atas kota tempat ia berada. Dimana dirinya sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mengatasi hal tersebut.

 

Edvard Munch Sang Pelukis

Edvard sendiri tergolong jenis pelukis yang sering menggambarkan akan tema ekspresionis yang menjadi ciri khas dari aneka karyanya. Ia sangat jarang melukiskan akan kisah nyata maupun hal-hal realis yang disaksikannya secara langsung. Konsep yang sering dikreasikan dalam para pelukis jenis ini lebih mengandalkan imajinasi mereka dalam menggambarkan suatu karya sehingga sangat jarang mengangkat akan tema seperti kondisi nyata yang sering diamati banyak orang.

Namun pendapat dari seorang profesor Astronomi dan Fisika yang mengajar di sebuah Universitas di daerah Texas menyatakan bahwa kondisi ngeri yang dirasakan Edvard dapat ditimbulkan dari kondisi langit yang berwarna jingga ekstrim dimana kondisi itu agak jarang untuk bisa terjadi di kawasan Norwegia pada masa itu, yaitu pada sekitar tahun 1883 hingga 1884. Terlebih lagi, abu vulkanik yang berasal dari kawasan gunung Krakatau di Indonesia dapat mencapai langit di negara bagian Eropa tersebut.

Difaktorkan dengan kondisi jarak jauh yang membentang membuat wujud tampilan langit senja di Norwegia mengalami perubahan menjadi berwarna merah yang cukup pekat tidak seperti kondisi pergantian waktu pada umumnya. Media di Norwegia juga banyak menyatakan akan hal ini. Dimana kondisi atmosfer di kawasan tersebut cukup tidak biasa pada tahun tersebut. Maka akibat dari kondisinya yang tidak biasa ini, banyak orang menjadi sangat takut dan

 

Lukisan The Scream dan Tempat Penyimpanannya

Berkat ekspresinya yang lucu, lukisan The Scream sering diparodikan ke dalam aneka media seperti dalam gambar yang diunggah ke internet serta animasi maupun dalam film komedi. Lukisan ini dipajang di Galeri Nasional Oslo. Lukisan fenomenal ini juga sering dijadikan pedoman bagi para pelukis lainnya dalam menciptakan karya berjenis serupa dalam tema ekspresionis. Makna lain dari kata ‘Scream’ yang diangkat menjadi judul dalam bahasa Inggris dengan memiliki makna jeritan juga sering disamakan dengan akar kata dalam bahasa Inggris Norwegia yang disebut ‘Skrik’. Maka dari itu banyak orang sering menyebut lukisan ini dengan nama ‘The Cry’ yang bermakna tangisan. Demikian informasi seputar lukisan The Scream yang fenomenal dan sangat populer ini. Bagaimana pendapat anda mengenai lukisan ini? Pernahkah anda melihat lukisan ini secara langsung?